Tanya Jawab Kajianmu #1

Oleh : Alda Kartika Yudha

Pertanyaan:

  1. Jika sudah berkeluarga, bagaimana hukumnya memberi/bersedekah kepada orang tua/anak/di luar keluarga? Mana yang didahulukan?, terutama jika sebagai seorang istri, mengingat bakti ke suami adalah yang utama.
  2. Sebagai orang tua, bolehkah mengharap timbal balik/nafkah ketika anak sudah dewasa/sukses nanti?

Jawaban:

Dalam hal memberikan sedekah, sedekah yang paling utama adalah sedekah ketika kewajiban yang ada pada dirinya sudah terlaksana dan juga dimulai dari orang-orang terdekat. Sebagaimana firman Allah Swt:

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.” (QS. Al Baqarah: 219)

Selain itu, juga sabda Nabi Muhammad SAW:

خَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنًى ، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ

Sedekah yang terbaik adalah yang dikeluarkan selebih keperluan, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung.” (HR. Bukhari).

Pada dasarnya harta sang istri adalah milik istri sendiri, dan suami tidak berhak untuk mengambilnya. Dari sini seharusnya dapat dipahami bahwa harta istri dapat digunakan untuk bersedekah ataupun digunakan sesuai keinginan si istri.

Pertanyaan kedua: adapun menyoal orang tua mengharapkan nafkah ketika si anak sudah dewasa adalah hal yang sah-sah saja, meskipun pada dasarnya secara akhlak kurang pas.

Jika ditinjau dari boleh/ tidaknya, hal ini tentunya boleh-boleh saja. Kebolehan itu didasarkan karena memang kewajiban si anak untuk berbakti kepada orang tua dengan sesuai kemampuanya, termasuk memberi nafkah ketika orang tua sudah tidak mempunyai penghasilan.

Meskipun begitu dari segi etika mengungkit-ungkit jasa orang tua ketika membesarkan anak adalah hal yang kurang pas. Di sisi lain, seharusnya si anak juga memahami bahwa orang tuanya sudah tidak bekerja dan membutuhkan bantuan nafkah. Disini pemahaman keagamaan dan akhlak luhur perlu ditekankan, agar si anak juga memahami bahwa memberi nafkah kepada orang tua (yang tidak mampu) juga merupakan bagian dari berbakti kepada orang tua yang sifatnya wajib.

Kajianmu menerima donasi untuk kami salurkan sebagai dana bergulir melalui program pemberdayaan umat yang kami bina di No. Rekening BNI Syari’ah  0741493468 a.n Kajian Memberdayakan Umat. Untuk konfirmasi silahkan hubungi (085643501290) Rini Wijayanti (Bendahara Kajianmu).

Website : kajianmu.id
Instagram : @kajianmu.id
E-mail : kajianmuid@gmail.com

Kajianmu : Jalan Tengah Literasi dan Inklusi Keuangan

Menurut survei yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sampai tahun 2018 yang sebentar lagi habis ini masyarakat yang sudah menggunakan produk dan layanan keuangan  (inklusi keuangan) telah mencapai 67,8%, sementara masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan yang memadai  mengenai produk dan layanan keuangan (literasi keuangan) baru 29,7%. Padahal ada target yang harus dicapai dalam literasi keuangan pada akhir tahun ini yaitu minimal harus mencapai 35% dari target 75% di penghujung tahun 2019.

Kajianmu adalah program pemberdayaan masyarakat yang menerapkan tiga pendekatan sekaligus yaitu memberikan pinjaman modal tanpa jaminan tanpa bunga yang penting datang pengajian, memberikan pembinaan kerohanian melalui pengajian, dan melakukan pendampingan usaha kepada para jamaah. Sebagai program pemberdayaan, tujuan utama Kajianmu adalah mewujudkan masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan masyarakat yang tercerahkan secara ruhani atau membentuk masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT.

Meskipun dalam kegiatannya, Kajianmu memiliki unit usaha mandiri, namun keuntungan yang didapatkan dari unit usaha tersebut digunakan kembali sebagai dana bergulir untuk pinjaman modal usaha jamaah. Tidak hanya itu saja, Kajianmu juga berperan sebagai konsultan manajemen dan pengelolaan keuangan jamaah untuk kemudian dapat diberi akses/ di link-an kepada lembaga keuangan formal syari’ah jika memerlukan suntikan pinjaman modal usaha yang lebih besar.

Kajianmu fokus melakukan pemberdayaan kelompok ibu-ibu ekonomi kelas menengah ke bawah. Oleh sebab itu, Kajianmu sangat strategis untuk memberikan edukasi keuangan pada masyarakat pedesaan. Literasi keuangan sangat erat kaitannya dengan inklusi keuangan. Jika kemampuan dan keterampilan masyarakat pedesaan terkait dengan manajemen keuangan dan pemahaman mengenai peran lembaga keuangan formal sudah semakin baik, maka otomatis tingkat penggunaan produk dan layanan keuangan pada masyarakat pedesaan juga semakin meningkat.

Jika selama ini beda persentase inklusi keuangan dan literasi keuangan cukup tinggi, maka Kajianmu berupaya untuk mengambil jalan tengah agar penggunaan produk dan layanan keuangan selaras dengan pemahaman, keterampilan dan kepercayaan masyarakat pada lembaga keuangan formal juga meningkat. Dengan meningkatnya akses ke lembaga keuangan formal utamanya lembaga keuangan formal syari’ah baik bank maupun non bank maka sudah bisa kita pastikan kepercayaan masyarakat untuk meminjam dana kepada rentenir juga akan semakin turun. Rentenir tidak lagi menjadi alternatif masyarakat untuk mengakses pinjaman modal usaha karena alasan “tidak ribet”, melainkan masyarakat sudah terdidik untuk lebih memilih menggunakan produk dan layanan keuangan di lembaga formal.

Jalan tengah Kajianmu bukan tanpa alasan. Ia lahir dari kegelisahan akibat ulah rentenir yang sangat tinggi pada masyarakat pedesaan. Rentenir berani mendatangi masyarakat secara langsung door to door untuk menawarkan pinjaman dana. Ada masyarakat yang pada akhirnya meminjam karena memang sangat membutuhkan, ada yang meminjam karena hawa nafsu/ tergiur dengan rayuan rentenir untuk memenuhi keinginan konsumtifnya, atau bahkan karena ketidaktahuan masyarakat tentang produk dan layanan lembaga keuangan syari’ah yang sebentulnya bisa mereka akses. Ada pula masyarakat yang sama sekali enggan meminjam kepada rentenir karena memang pedapatannya sudah cukup, mengetahui bahwa pinjam ke rentenir adalah riba, bunga yang sangat tinggi, dan seterusnya. Permasalahan-permasalahan itulah yang ingin diselesaikan oleh Kajianmu. Gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar dan gerakan sosial untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kajianmu adalah jalan tengah literasi keuangan  sekaligus inklusi keuangan pada masyarakat pedesaan yang membutuhkan akses modal untuk usaha kecil mereka plus dilakukan dengan akad-akad syar’i.

 

Kajianmu menerima donasi untuk kami salurkan sebagai dana bergulir melalui program pemberdayaan umat yang kami bina di No. Rekening BNI Syari’ah  0741493468 a.n Kajian Memberdayakan Umat. Untuk konfirmasi silahkan hubungi (085643501290) Rini Wijayanti (Bendahara Kajianmu).

Website : kajianmu.id
Instagram : @kajianmu.id
E-mail : kajianmuid@gmail.com