Bu Rika, Ikut Kajianmu karena Ingin Bisa Baca Al Qur’an

Oleh : FM. Ulya

Membaca kitab suci Al Qur’an adalah kebutuhan bagi setiap muslim. Lebih-lebih jika berusaha memahami makna dan kandungan dari ayat yang di baca.  Tak terkecuali Bu Rika, salah seorang jamaah Kajianmu di Argorejo, Sedayu, Bantul. Wanita pemilik nama lengkap Rikawati Ristyawardani ini telah menjadi jamaah Kajianmu sejak bulan Februari 2018.

Bu Rika sedang membuat pesanan jajanan pasar di dapurnya yang tampak sederhana.

Awal Mula Ikut Kajianmu

Ajakan mengikuti Kajianmu datang dari tetangganya yang juga sudah aktif mengikuti Kajianmu. Ajakan yang pertama dan kedua ditanggapi oleh Ibu satu anak ini dengan tidak begitu antusias. Baru setelah ajakan yang ketiga kalinya, ia memantapkan diri untuk berangkat pengajian. Awalnya ia merasa malu karena masih belum bisa membaca Iqro’ dengan lancar.

“Ya saya bilang Mbak ke Bu Indra (tetangga yang mengajak) kalau saya mau berangkat Kajianmu nanti setelah saya bisa baca huruf hijaiyah. Saya malu orang belum bisa baca. Tapi kata Bu Indra, niat baik itu disegerakan nggak perlu di tunda-tunda. Yasudah akhirnya saya berangkat.” Jelasnya.

Keputusan Bu Rika untuk berangkat di sore itu ternyata membuat hatinya nyaman dan sreg dengan pengajian di Kajianmu karena ngajinya simpel dan menyenangkan.

Seorang Muallaf

Wanita kelahiran 19 September 1978 ini adalah seorang Muallaf. Ia mengucapkan dua kalimat Syahadat pada usia 20 tahun. Sejak kecil Bu Rika di didik oleh orangtuanya untuk menjadi nasrani yang taat. Ia di sekolahkan di sekolah kesusteran dan menjadi putra altar pendeta. Bahkan saat remaja ia juga aktif di organisasi Muda-Mudi Katholik (Mudika).

“Saya dulu hidup di lingkungan nasrani Mbak. Tapi setelah ayah saya meninggal, keluarga pindah ke Malang, Jawa Timur. Sejak saat itu saya tinggal bersama dengan keluarga besar Ibu saya yang semuanya Islam.” Tutur Bu Rika

Perpindahan dari Yogyakarta ke Malang membuat Bu Rika lebih mengenal Islam. Apalagi seluruh saudara-saudaranya adalah muslim. Ia menceritakan bagaimana dahulu saat semua saudaranya sedang merayakan lebaran, sholat ‘Ied, sholat Tarawih bersama- sama ke masjid sedangkan dirinya hanya di diam di rumah, Bu Rika merasa sedih. Perlahan, Ia belajar tentang Islam dengan menanyakan kepada Kakak sepupunya, membaca buku-buku tentang Islam dan mengamati saudara-saudaranya menjalankan Ibadah. Hingga pada suatu malam, Ia sering bermimpi mendirikan sholat. Akhirnya wanita yang sekarang berusia 40 tahun ini memberanikan diri untuk mengatakan ke Ibu dan saudaranya bahwa ia ingin memeluk agama Islam. Niat Bu Rika pun disambut dengan penuh syukur dan haru dari seluruh keluarga besarnya di Jawa Timur.

“Saya waktu itu masuk Islam jam 3 sore pas besoknya hari pertama bulan Ramadhan. Saya dipanggilkan Ustadz oleh keluarga besar dan saat itu Kakak kandung saya juga ikut masuk Islam. Kata Ustadznya waktu itu, saya masuk Islam di bulan Ramadhan itu suatu berkah dari Allah SWT, dosa-dosa saya yang dulu di hapus, kembali seperti bayi yang baru lahir. Akhirnya saya menangis dan semua keluarga besar yang menyaksikan juga ikut menangis.” Kenang Bu Rika sembari berlinangan air mata.

Ikut Kajianmu karena Ingin Bisa Baca Al Qur’an

Setelah menikah, Bu Rika berpindah ke Yogyakarta mengikuti pekerjaan suaminya. Saat ini, Ia dan keluarga kecilnya tinggal di daerah Argorejo, Sedayu, Bantul. Sehari-hari ia membuat kue-kue kecil/ jajanan pasar untuk memenuhi pesanan. Wanita berkacamata ini merasa bersyukur bisa hidup di lingkungan yang mendukung ia dan suaminya untuk belajar agama. Apalagi sekarang ia sudah aktif mengikuti pengajian di Kajianmu. Ajakan tetangganya untuk ikut Kajianmu ternyata membuat Bu Rika merasa candu. Ia merasa gelo jika tidak berangkat Kajianmu yang dilakukan setiap Sabtu sore.

“Waktu saya berangkat Kajianmu pertama kali saya masih belajar a..ba..tapi Alhamdulillah, ternyata disana saya nggak malu. Dari rumah itu saya udah niatkan bahwa saya harus bisa baca Al Qur’an. Saya berfikir, kenapa Simbahnya suami saya itu orangnya nggak bisa baca tulis tapi bisa baca Al Qur’an, kok aku ini yang bisa baca tulis malah nggak bisa !?. Berarti kan saya harus belajar tho.. ya, itu di Kajianmu itu.” Papar Bu Rika dengan semangat.

Meskipun Bu Rika juga tidak menafikkan bahwa pinjaman modal dan pendampingan usaha yang diberikan Kajianmu juga dirasakan manfaatnya oleh beliau. Namun, tujuan paling utamanya adalah ingin bisa membaca Al Qur’an. Semangat wanita paruh baya ini untuk bisa membaca Al Qur’an telah membawanya sampai di Iqro’ 3 dari awalnya masih bingung dalam mengenal huruf hijaiyah.

Bu Rika sedang mengulang membaca Iqro’ secara mandiri di rumah sembari menunggu anak pulang sekolah.

“Apalagi di Kajianmu itu, pertama, selain memberi pinjaman, terus terang saya ingin belajar bisa baca Al Qur’an nya Mbak. Kedua, cara pengajarannya itu yang enak, dan yang ketiga, saya ingin hidup tanpa riba. Saya ingin hidup damai tanpa riba. Saya tuh merasa rugi, eman kalau nggak berangkat. Pas hari Sabtu yang lalu saya nggak berangkat itu saya mikir, aduh apa nggak apa-apa ya kalau saya berangkat terlambat..gitu. Pulang dari pengajian itu rasanya kayak hp habis di isi baterai itu lho Mbak.” Lanjut Bu Rika.

Bu Rika juga merasa bersyukur karena dengan adanya pendampingan usaha Kajianmu, pesanannya semakin banyak. Ia mengungkapkan bahwa omset bulan Oktober 2018 ini adalah tertinggi dari sebelum-sebelumnya yang mencapai Rp. 800.000. Selain itu, pinjaman yang di dapatkan dari Kajianmu digunakan untuk menutup pinjaman Dasa Wisma yang menurutnya mengandung unsur riba. Wanita yang dahulu pernah menjalankan usaha Kerupuk Ikan dan Stik ini pun berharap agar Kajianmu bisa terus ada sehingga ia sampai bisa membaca Al Qur’an dengan lancar. Amiin

InsyaAllah ya Bu…semoga berkah rahmat Ilahi senantiasa mengiringi tiap-tiap upaya kita semua !.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *