Perlahan Berhenti dari Riba

Oleh : Rino Dwi Cahyono – Relawan Kajianmu

Yogyakarta, 27 Oktober 2018.

Ibu Widayah Sarmudyah Hastaningrum atau akrab disapa Bu Ningrum adalah salah satu jamaah Kajianmu di majelis Griya Kencana Permai (GKP), Sedayu. Sehari-hari Bu Ningrum berjualan makanan dan minuman di kantin SMP N 7 Yogyakarta. Bu Ningrum berjualan bersama dengan suaminya. Beliau telah mengikuti Kajianmu sejak Januari 2018 hingga sekarang tetap istiqomah datang Kajianmu setiap Sabtu sore.

Beberapa waktu lalu saya berbincang dengan Bu Ningrum. Usut punya usut, beliau pernah meminjam uang di salah satu bank konvensional untuk modal usahanya. Pinjaman pertama di tahun 2011 sejumlah Rp 10.000.000,  diangsur selama 36 bulan atau setara dengan 3 tahun.  Setelah pinjaman pertama selesai, Bu Ningrum meminjam lagi di bank yang sama senilai Rp 15.000.000 dan diangsur dalam durasi waktu yang sama yakni 36 bulan dan baru akan selesai Mei 2019 mendatang.

Seiring dengan mengikuti pengajian seminggu sekali di Kajianmu, Bu Ningrum semakin paham bahwa pinjaman di bank konvensional termasuk riba. Di dalam nash agama telah dijelaskan bahwa yang menerima riba, yang memberi riba, yang mencatat riba, dan termasuk saksi pun terkena dosa riba. Setelah mengetahui tentang riba, beliau berniat secara sungguh-sungguh untuk meninggalkannya. Berupaya untuk melunasi sedikit demi sedikit pinjaman yang mengandung riba, termasuk pinjaman beliau di PKK dan Dasawisma yang sedikit banyak terdapat unsur ribanya.Semakin kuat mempelajari Islam, Bu Ningrum mengaku semakin banyak pula petunjuk Allah yang ia dapatkan.

Saya terigat, Bu Ningrum pernah bercerita pada saya tentang kisah yang paling mengesankan bagi beliau. Suatu hari, wanita kelahiran Yogyakarta, 28 Agustus 1965 ini meminjam uang kepada salah seorang teman. Pinjaman tersebut sudah berlangsung sangat lama. Ia ingat jika masih memiliki hutang temannya. Kemudian, beberapa waktu lalu wanita 53 tahun ini menghubungi teman tersebut. Ia berniat ingin mengatakan kepada temannya bahwa saat ini belum bisa melunasi uang yang pernah ia pinjam. Namun, tanpa di duga-duga temannya malah menjawab, “Hutang apa ?, kamu sudah tidak punya hutang sama saya…”. Bu Ningrum merasa bersyukur, bahwa pertolongan Allah SWT sangatlah dekat. Di saat Ia baru berupaya untuk mengkonfirmasi hutangnya pada teman, saat itu pula tangan-tangan Allah SWT menunjukkan kuasanya. Saya bahkan merinding mendengar kisah tersebut !.

Cerita pun berlanjut, flashback bagaimana Bu Ningrum menemukan Kajianmu. Beliau mengatakan bahwa informasi tentang Kajianmu didapatkannya dari membaca poster Kajianmu di Bogamart, Toko Frozen Food yang berlokasi di Pertigaan Kemusuk, Argomulyo, Sedayu.

“Sore itu saya mau beli bahan-bahan buat jualan di kantin, terus ada poster tulisannya, Kajianmu: Wujudkan Yogyakarta Bebas Rentenir. Lalu saya dekati poster itu dan saya baca dengan seksama.” Tutur Bu Ningrum.

“Mungkin ini solusi yang datang dari Allah, Kok ada ya pinjaman tanpa bunga, tanpa jaminan, yang penting datang pengajian seperti ini ?.” Gumamnya dalam hati.

“Kemudian saya langsung simpan nomor kontak yang tertera dan saya hubungi setelah sampai di rumah.” Lanjut Bu Ningrum dengan muka berseri-seri.

20 Januari 2018 adalah hari pertama kalinya wanita paruh baya yang juga menjalankan usaha pesanan nasi box dan tumpeng ini mengikuti Kajianmu. Beliau mengaji Al Qur’an dan menyimak apa saja syarat untuk dapat mengajukan pinjaman di Kajianmu. Satu hal yang paling diingat yakni beliau harus konsisten datang mengaji minimal 5 kali pertemuan kemudian baru bisa mengajukan pinjaman level pertama yaitu maksimal plafon Rp. 1.000.000. Pengajian setiap Sabtu sore diikuti beliau dengan istiqomah dan penuh semangat untuk belajar membaca Al Qur’an dan agar bisa mengakses pinjaman tanpa jaminan tanpa bunga dari Kajianmu. Singkat cerita, pinjaman pertama Bu Ningrum sebesar Rp 600.000 digunakan untuk menutup pinjamannya di PKK.

“Jujur saja ya Mas, saya dan Ibu-Ibu yang lain disini nyaman ikut Kajianmu. Kita ndak merasa melulu diceramahin tentang riba. Tapi kita juga riil langsung dikasih solusi. Enak ikut Kajianmu, belajar ngaji termasuk Tajwid, mendengarkan kultum, bisa pinjam lagi, nggak pakai bunga, nggak pakai jaminan…” Paparnya.

Setelah rutin berangkat Kajianmu, wanita yang tinggal di Perumahan Pesona Alam, Argorejo, Sedayu, Bantul ini mengaku menjadi rajin membaca Al Qur’an dibandingkan sebelumnya.

“Kalau nggak baca Al Qur’an sehari itu kayaknya ada yang kurang gitu Mas.” Ungkapnya sambil tersenyum.

“Saya itu selalu menanti hari Sabtu lho… buat ngaji bareng, silaturrahmi di Kajianmu, dan kebetulan hari sabtu itu waktu yang pas banget bagi saya. Jadi saya bisa sering ikut Kajianmu..Alhamdulillah.”Ucapnya dengan penuh rasa syukur.

Sampai sejauh ini, Bu Ningrum sudah berangkat mengaji sebanyak kurang lebih 36 kali pertemuan. Sekarang beliau sedang mengajukan pinjaman level lanjut sebesar Rp. 3.000.000 untuk menambah modal usaha di kantin yang dikelolanya.

Hari sudah mulai gelap dan jam dinding menunjukkan 10 menit untuk tiba waktu Magrib. Semoga pengajian dan pinjaman Kajianmu bermanfaat, bisa terus membantu Ibu-Ibu pemilik usaha kecil untuk mengembangkan usahanya serta  menghindarkan mereka dari riba.

Terimakasih Bu Ningrum telah berbagi cerita…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *