Laporan Progres Kajianmu

Kajian Memberdayakan Umat (Kajianmu) adalah program pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok Ibu-Ibu dengan menerapkan tiga bentuk pendekatan yaitu memberikan pinjaman tanpa jaminan tanpa bunga yang penting datang pengajian, pembinaan kerohanian melalui pengajian, dan pendampingan usaha para jamaah.

Kajianmu terus berupaya untuk bisa menebarkan manfaat ke lebih banyak tempat. Saat ini kami sedang fokus untuk melakukan pemberdayaan masyarakat di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Sedayu, Kecamatan Moyudan, dan Kecamatan Minggir. Kedekatan secara geografis pada ketiga kecamatan tersebut menjadi alasan utama kami untuk memfokuskan program Kajianmu disana. Meskipun masih terbuka luas untuk daerah-daerah lain yang ingin menduplikasi Kajianmu, dengan catatan sudah tersedia relawan dan memiliki dana awal untuk disalurkana kepada jamaah. Adapun detail majelis, data jumlah jamaah beserta status dapat dilihat pada data di bawah ini :

No.

Lokasi Majelis

Status

1. Griya Kencana Permai (GKP), G1/17, Argorejo, Sedayu. Berjalan
2. Rumah Ibu Sugesti, Dsn. Sundi Kidul, Argorejo, Sedayu Berjalan
3. Masjid Al-Ikhlas, Dsn. Samben, Argomulyo, Sedayu Berjalan
4. Masjid An Nafi’, Dsn. Puluhan, Argomulyo, Sedayu Berjalan
5. Musholla Klisat, Dsn. Klisat, Sumbersari, Moyudan Berjalan
6. Masjid Al-Muttaqin, Hargotirto, Kokap, Kulon Progo Berjalan
7. Masjid Darussalam, Ngentak, Argorejo, Sedayu Pembukaan
8. Masjid Mujahidin, Bakal Pokok, Argodadi, Sedayu Pembukaan
9. Masjid Nurul Haq, Sumberan, Argodadi, Sedayu Pembukaan
10. Masjid Sholihin, Klangon, Argosari, Sedayu Pembukaan
11. Masjid Al-Muttaqin, Kalibawang, Kulon Progo Pembukaan
12. Masjid Gunung Mas, Argomulyo, Sedayu Sosialisasi
13. Masjid Tasykurun, Kebitan, Sendangarum, Minggir, Sleman Sosialisasi
14. Masjid Sengonkarang, Argomulyo, Sedayu Sosialisasi
15. Dsn. Glandong, Moyudan Pendekatan
16. Dsn. Kaliduren, Moyudan Pendekatan
17. Dsn. Gamplong, Moyudan Pendekatan

Keterangan :

  • Jumlah majelis Berjalan : 6
  • Jumlah majelis yang baru akan pembukaan : 5
  • Jumlah majelis yang baru akan sosialisasi : 3
  • Jumlah majelis yang baru pendekatan : 3

Jamaah yang baru terdata   : 93 orang

Jumlah Relawan aktif            : 30 orang

Sampai saat ini Kajianmu juga bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mendapat dukungan dalam bentuk pendanaan yang digunakan sebagai dana bergulir untuk dipinjamkan kepada jamaah maupun untuk keperluan operasional. Jumlah total donasi Kajianmu sampai saat ini yaitu Rp. 70.905.330 dengan dana bergulir yang telah dipinjamkan kepada jamaah berjumlah Rp. 34.400.000. Rincian dana bergulir tersebut adalah Rp. 18.780.000 untuk total dana dikembalikan oleh jamaah, dan Rp. 15.620.000 untuk nominal pinjaman yang saat ini masih ada pada jamaah.

 

 

 

Aplikasi Bantu Permudah Pendataan Jamaah Kajianmu

Pada bulan Juni 2018 lalu secara resmi Kajian Memberdayakan umat (Kajianmu) telah meluncurkan aplikasi guna menyempurnakan gerakannya selama ini. Kegiatan peluncuran sekaligus buka bersama relawan Kajianmu diselenggarakan di Sedayu, Bantul. Yakni di rumah Muhammad Ghufron Mustaqim selaku penggagas program tersebut. Kajianmu merupakan program pemberdayaan masyarakat berbasis pengajian dan memberikan pinjaman tanpa jaminan, tanpa bunga yang penting datang pengajian.

Hampir selama satu tahun Kajianmu menjalankan programnya dengan menggunakan sistem manual. Segala administrasi seperti data jamaah, kartu prestasi mengaji, nominal pinjaman, dan catatan angsuran dicatat di kertas. Hal tersebut dirasa kurang efektif karena resiko catatan hilang atau tertukar menjadi sangat besar, memakan tempat, serta membutuhkan biaya operasional yang banyak. Aplikasi bertujuan membantu kegiatan dakwah dan pemberdayaan Kajianmu sehingga berlangsung efektif dan efisien.

“Aplikasi ini dikembangkan sehingga mempermudah pamong jamaah dalam mengelola administrasi. Sekaligus InsyaAllah dengan telaten nantinya bisa dilakukan pemanfaatan big data untuk membuat pemberdayaan yang lebih powerful”. Papar Ghufron.

Aplikasi dapat diunduh secara gratis melalui playstore dengan keyword “Kajianmu”. Maka, akan muncul ikon Kajianmu yang berupa daun. Dalam aplikasi yang baru diluncurkan tersebut, ada 6 fitur yang dapat digunakan. Enam fitur itu meliputi Tambah Jamaah, Progres Ngaji, Pinjaman Angsuran, Tabungan, Profil Usaha, dan Artikel. Semua data yang terkait dengan sistem pemberdayaan Kajianmu akan tersimpan rapi di ruang maya. Selain itu, penggunaan aplikasi ini tidak terbatas pada kalangan relawan Kajianmu di Yogyakarta saja. Namun juga dapat diduplikasi oleh pihak lain seperti para takmir masjid yang ingin mengadakan Kajianmu di lokasinya. Setelah ada konfirmasi, barulah akun diaktivasi melalui dashboard oleh administrator Kajianmu. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan tugas para pamong dalam mengkoordinir jamaah di setiap majelis Kajianmu dapat terbantu. [Fiy]

Dari Pengajian, KajianMu Selamatkan Jamaah dari Rentenir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pendiri Kajian Memberdayakan Umat (KajianMu), Muhammad Ghufron Mustaqim menyelamatkan puluhan pengusaha mikro dari jeratan rentenir di Yogyakarta. Pemuda ini bersama temannya memberikan pinjaman tanpa bunga dan jaminan kepada jamaah pengajian yang memiliki usaha mikro.

KajianMu adalah program pemberdayaan berbasis pengajian. Menurut Ghufron, sampai saat ini ada 40-45 jamaah yang fokus dibantu oleh KajianMu. Namun, yang mengajukan permohonan untuk diadakan KajianMu sudah ada 30-50 masjid.

Ke depannya, menurut dia, pihaknya akan terus mengundang ibu jamaah lainnya untuk datang ke pengajian yang digelar KajianMu setiap pekan.

“Kita undang ibu-ibu yang punya usaha mikro untuk datang ke pengajian kami. Terus kemudian mereka dapat pinjaman tanpa bunga tanpa jaminan. Syaratnya satu, yang penting rutin datang ke pengajian kami,” ujar Ghufron saat berbincang dengan Republika.co.id usai menjadi pembicara dalam Pengkajian Ramadhan 2018 di Kampus Fakultas FKIP Uhamka, Jakarta Timur, Selasa (29/5).

Alumni Universitas Gajah Mada ini menjelaskan, dalam menjalankan program ini, pada intinya KajianMu belajar dari zaman Rasulullah tentang pembangunan umat, di mana kuncinya ada dua, yaitu tentang pembinaan iman dan pembinaan ekonomi. Menurut dia, pembinaan iman sudah ditandai dengan dibangunnya masjid untuk shalat jamaah dan ibadah lainnya.

“Yang ini di Indonesia rasa-rasanya sudah banyak karena masjid aja ada 800 ribu.Tapi yang kedua, sumber pemberdayaan ekonomi jamaah ini yang kurang maksimal. Nah kita memulai pilot projek di Jogjakarta setahun yang lalu, kita undang ibu-ibu itu,” ucap Ghufron.

Sebelumnya, menurut dia, ibu-ibu yang memiliki usaha mikro itu banyak yang terjebak rentenir. Namun, kini sudah bisa mengajukan pinjaman kepada KajianMu setelah mengikuti minimal lima kali pengajian. Jamaah bisa memilih sendiri jumlah angsuran sesuai kemampuannya yang diangsur setiap minggunya.

Jumlah pinjaman awal yang KajianMu berikan sampai Rp 3 juta. Namun, seiring dengan kemajuan usaha jamaah dan keaktifan dalam pengajian, Kajianmu bisa memberikan pinjaman sampai Rp 10 juta.

Saat ini, KajianMu memiliki dua titik pengajian di Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Sejauh ini sudah mulai banyak muncul permintaan-permintaan dari berbagai masjid agar KajianMu diselenggarkan di masjid tersebut. Satu per satu akan diakomodasi sehingga KajianMu bisa memberikan dampak ke lebih banyak jamaah. “Karena ternyata keinginan untuk menduplikasi ini di beberapa tempat banyak, kita buatkan platform digital,” kata Ghufron.

Awal Cerita Berdirinya KajianMu

Awal cerita KajianMu adalah ketika menjelang Bulan Ramadhan tahun 2017. Ghufron Mustaqim, Daffa Abyanu dan Wahyu Chandra mampir makan di sebuah warteg di Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Di sampingnya, ada Ibu-ibu pemilik warung, yang mana rak-raknya tampak kosong.

Produk yang dijual pun sangat sedikit lantaran tidak memiliki modal. Pernah produknya lebih banyak, tapi karena ada anggota keluarga yang sakit, uang yang seharusnya untuk belanja barang dipakai untuk berobat. Lalu, Ghufrin dan kedua temannta itu bertanya kenapa tidak pinjam modal?

Ibu tersebut jawab bahwa ia enggan karena trauma dengan rentenir yang menetapkan bunga melangit. Kalaupun ia pinjam di bank, dia tidak punya sesuatu untuk dijaminkan sehingga susah dapat pinjaman bank. Ghufron lalu menelusuri lebih lanjut problem ini.

Lalu, pada kesempatan lain, Ghufron berjumpa dengan ibu penjual sayur. Usaha penjual sayur itu juga tidak berkembang karena terjebak hutang ke rentenir. Keuntungan yang didapat tidak bisa dinikmati karena untuk membayar bunga rentenir.

Karena itulah, Ghufron dan temannya memberanikan diri untuk mengajak ibu tersebut dan ibu-ibu lain yang memiliki cerita mirip dalam program pemberdayaan berbasis pengajian, KajianMu.

Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Big Data dengan Kajianmu

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL — Kemajuan teknologi telah mendorong Muhammadiyah untuk melaukukan terobosan. Hal ini diperlukan demi mengimbangi adanya revolusi industri 4.0 yang telah merasuk dalam masyarakat.

Hal inipun kemudian diejawantahkan oleh anggota Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), M. Ghufron Mustaqim. Hal yang ia lakukan adalah program pemberdayaan ekonomi dengan memanfaatkan big data yang dikemas dalam Kajian Memberdayakan Umat (Kajianmu).

“Ini adalah sebuah pemberdayaan berbasis pengajian yang memiliki fasilitas memberi pinjaman tanpa bunga dan jaminan,” ujarnya kepada Republika usai menjadi pembicara dalam pengajian Ramadhan PWM DIY di Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Sabtu (2/6).

Hal yang unik dari Kajianmu adalah jamaah yang memiliki usaha mikro dapat menikmati fasilitas pinjaman tanpa bunga dan jaminan dengan syarat harus rajin mengikuti pengajian.

Setelah itu, intensitas kehadiran kajian dan progres pemahaman serta kemampuan dalam membaca Alquran di unggah dalam aplikasi Kajianmu yang dibangun dengan plarform digital berbasis android. Seluruh data itu kemudian diintegrasikan denhan data terkait detail usaha yang tengah dijalankan oleh jamaah tersebut.

“Seluruh hasil dari analisis big data inilah yang kemudian sekaligus menjadi track record yang diperlukan sebagai instrumen pertimbangan pemberian pinjaman,” kata dia. Menurutnya, program dengan memangaatkan big dataini masih merupakan pilot project dan baru saja dioperasikan pada Mei 2018.

Hingga saat ini, sudah terdapat sekitar 40 jamaah yang telah terdaftar dalam aplikasi Kajianmu. Dari 40 jamaah itu, terdapat 20 orang yang telah mendapat fasilitas pinjaman. Rata-rata, lanjut dia, mayoritas jamaah bergerak pada industri kuliner dengan pinjaman rata-rata sekitar Rp 3 juta rupiah.

Ia menekankan, selain sebagai tindak lanjut atas pemanfaatan peluang dalam menghadapi revolusi industri 4.0, program ini juga memiliki misi untuk memberantas rentenir. Pada tahap awal, program ini fokus untuk dikembangkan di Yogyakarta, mengingat, di kota ini saja terdapat sekitar 200 ribu orang yang menjadi korban rentenir setiap tahunnya.